'Keluh Kesah' Mata Kering jadi 'Keluh Kasih' berkat Insto Dry Eyes

Review pemakaian Insto Dry Eyes untuk mata kering akibat terlalu lama bekerja di depan layar

Review pemakaian Insto Dry Eyes untuk mata kering – Pernah merasakan mata sepet seperti kurang tidur, disertai sensasi perih dan gatal? Kalau iya, artinya kita senasib!

Mata kering, lelah, sepet, dan mata terasa seperti ada yang mengganjal sering kali saya rasakan khususnya setelah terlalu lama menatap layar laptop atau gawai.

Habis menerjemahkan dokumen puluhan halaman… terbitlah mata lelah yang mudah merah.

Setelah terlalu lama push rank PUBG di kala weekend … mata langsung terasa kering dibarengi kepala pening.

Tak sadar sudah berjam-jam maraton TV Series di Netflix… mata jadi terasa gatal, leher pegal, yang disertai mual.

Nah, ternyata, gejala-gejala di atas adalah gejala mata kering akibat terlalu lama menatap layar. Namun, sebenarnya kenapa sih kita bisa mengidap gejala mata kering jika terlalu lama menatap layar?

review pemakaian insto dry eyes untuk mata kering
 

Mengapa Terlalu Lama Menatap Layar Menyebabkan Mata Kering?

review pemakaian insto dry eyes untuk mata kering

Saat sedang fokus melakukan sesuatu, kita cenderung jarang mengedipkan mata. Frekuensi berkedip yang berkurang inilah yang menyebabkan mata kering.

Karena setiap kali kita berkedip, kelopak mata menyebarkan cairan air mata ke permukaan mata, sehingga mata tetap lembap dan ter lumasi. Selain itu, berkedip juga berfungsi untuk membersihkan permukaan mata dari kotoran. Nah, saat mata kita jarang berkedip, otomatis mata kurang dibasahi, sehingga mata menjadi kering.

Namun, berkedip dengan frekuensi yang cukup juga tetap berisiko mengalami gejala mata kering, lho. Sebab, jika kita tidak sepenuhnya mengedipkan mata hingga benar-benar tertutup, maka kelopak mata tidak tertutup sempurna, dan meninggalkan celah kecil di antara kelopak mata atas dan bawah. Celah-celah ini dapat menyebabkan penyebaran cairan air mata yang tidak merata pada permukaan mata, sehingga bisa menyebabkan mata kering dan tidak nyaman.

Saat Berlama - Lama Menatap Layar jadi Kebiasaan, Maka Mata Kering jadi Keniscayaan

Pengalaman mata kering karena terlalu lama menatap layar sebagai Translator merangkap Blogger

review pemakaian insto dry eyes terbaru

Menjadi bagian dari generasi sandwich memang penuh tantangan. Wajar saja berat, karena kita memiliki lebih dari satu lambung untuk diberi makan. Tantangan menjadi generasi sandwich inilah yang membuat saya harus bekerja ekstra, mendulang rupiah di lebih dari satu tempat dan kesempatan.

Kita semua tahu, bahwa mendapatkan penghasilan di lebih dari satu sumber memang bukan perkara mudah. Ada banyak hambatan dan perkara tambahan, termasuk perkara kesehatan. Khususnya kesehatan mata sebagai indra yang bekerja paling keras di era digital.

Gambaran besar keseharian saya:

Pada hari kerja, Senin – Jumat, saya harus berjibaku dengan dokumen teknis untuk diterjemahkan. Saya bekerja penuh waktu sebagai translator paten di sebuah firma hukum Jakarta. Kurang lebih 6 sampai 7 jam saya harus menatapi layar dengan fokus tinggi, sebab pekerjaan saya memang menuntut ketelitian dan atensi visual yang mumpuni.

Sepulang kerja, saya hanya beristirahat hingga salat magrib usai. Setelahnya, mata saya kembali bekerja ekstra menatap layar untuk membuat tulisan-tulisan yang harus saya kirim ke beberapa media massa.

Di hari libur, waktu istirahat saya pun masih diselingi dengan menulis dan blogging. Bahkan, di hari libur saya bisa lebih hectic, apalagi saat sedang ikut kompetisi menulis.

Kira-kira setiap hari saya harus menatap layar selama 10 jam lebih. Itu baru layar laptop dan PC. Belum ditambah layar gawai yang pastinya saya tatap di sela-sela waktu kerja dan beristirahat.

pengalaman mata kering akibat terlalu lama menatap layar

Nah, dengan pola hidup dan kebiasaan tersebut, siapa saja pasti akan rentan mengidap mata kering atau sindrom mata kering, bukan?

Pada akhir tahun 2023, saya menderita sakit mata kering. Awalnya, saya masih menganggap enteng.

Ah paling besok sembuh

Ah paling karena kurang tidur, besok pagi juga udah enakkan

Namun, karena terlalu lama saya abaikan. Seiring waktu, gejala mata kering tersebut lama-lama kian meresahkan…

Pengalaman Mengabaikan Mata Kering Hampir 1 Bulan

Yang awalnya hanya sekadar mata lelah dan mudah merah, berangsur-angsur menjadi buram dan perih yang tak tertahankan. 

Yang awalnya hanya sensasi mata mengganjal, seiring waktu berubah menjadi mata yang mudah mengeluarkan kotoran (belekkan).

Sakit mata kering yang awalnya hanya menyerang fisik, perlahan mulai menyerang psikis.

~

Produktivitas saya menurun drastis karena saya jadi sibuk mengucek mata dan bolak-balik membasuh mata dengan air. Gejala mata kering hanya mereda sebentar sesaat setelah dikompres air hangat, kemudian datang lagi.

Setiap bangun tidur, kotoran mata yang keluar dari mata saya sangat banyak dan mengering. Hingga membuat saya sulit membuka mata. Bahkan, sampai-sampai bulu mata saya banyak yang rontok akibat kotoran mata yang mengering.

Saya jadi mudah misuh-misuh dan mengeluh. Hingga suatu hari saya hampir tertabrak motor saat menyeberang jalan karena mata saya tiba-tiba memburam. Untung ada suami saya yang menahan saya. Kalau tidak? Indonesia sudah kehilangan satu anggota geng generasi sandwich kala itu.

Pengalaman Pakai Insto Dry Eyes: Perkenalan Perdana dengan Insto Dry Eyes, #SolusiMataKering Terbaik untuk Pekerja Digital!

review insto dry eyes untuk mata kering karena terlalu lama menatap layar

Suami saya yang sudah 4 tahun bekerja sebagai programmer, sudah terlebih dulu mengadopsi pola hidup digital. Akhirnya – meskipun sangat terlambat – dia membelikan Insto Dry Eyes untuk saya. Sebenarnya, bukan Insto beli baru, sih. Sebab dia memang menyimpan banyak stock Insto varian Dry Eyes beberapa buah. Suami saya selalu siap sedia Insto: satu di rumah, satu di kantor, dan satu lagi di motornya.

Awalnya, saya tidak berharap banyak dari obat mata kering satu ini. Namun, sesaat setelah saya teteskan Insto Dry Eyes di mata kanan dan kiri saya, sensasi segar dan bersih langsung terasa. Rasanya, seolah mata saya seperti dicopot dan diganti baru. Mata saya terasa lega, penglihatan jernih, dan seperti bebas kotoran.

Serius! Efek meredakan gejala mata keringnya terasa instan, kurang dari satu menit langsung terasa!

“Ini (Insto) buat aku aja, yah”  ucap saya semringah kepada suami saya waktu itu. Senyum kami berdua merekah berbarengan. Penglihatan saya kembali pulih, begitu pula suasana hati saya.

Keunggulan #InstoDryEyes dibandingkan Produk Lain

pengalaman pakai insto dry eyes untuk mata kering

Awalnya, saya tak berharap banyak dari Insto Dry Eyes. Kenapa? Karena, sebenarnya sebelum suami saya menyuguhkan Insto Dry Eyes, saya sudah terlebih dahulu mencoba obat mata kering merek lain dan efeknya tidak se ajib Insto Dry Eyes. Memang sih, ada efek pemulihan mata yang terasa. Namun, dibandingkan merek lain, berikut keunggulan Insto Dry Eyes menurut pengalaman saya:

  1. Insto Dry Eyes meredakan gejala mata kering lebih cepat dibandingkan merek lain. Efek instant relief-nya juara banget.
  2. Memiliki kemasan praktis yang inovatif. Kemasan Insto Dry Eyes dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan mengeluarkan cairan tetes mata yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, sehingga setiap tetesnya akan sesuai dosis. Selain itu, kemasan praktisnya membuat Insto Dry Eyes nyaman dan efektif dibawa-bawa kemana saja dan kapan saja.
  3. Efek kesegaran mata lebih tahan lama

#InstoDryEyes: Solusi Mata Kering Terbaik

Produk terbaik adalah yang memberikan solusi, dan bukan janji. Dari pengalaman mata kering tahun lalu, akhirnya sekarang saya mengikuti jejak suami saya: menyimpan stock Insto Dry Eyes untuk sehari-hari.

Masalahnya, di era digital ini, menatap layar berlama-lama memang tidak bisa dihindari, bahkan cenderung menjadi lifestyle. Oleh karena itu, ada baiknya kita selalu memberikan perlindungan ekstra untuk jaga kesehatan mata.

Hadirnya varian Dry Eyes dari Insto ini adalah bukti keseriusan Combiphar dalam memerangi penyakit mata kering di era digital, sekaligus mempermudah kita yang spesifik punya masalah mata kering. Jadi, tidak sulit lagi untuk mencari produk apa yang benar-benar bagus untuk mata kering, karena Insto Dry Eyes diformulasikan spesifik untuk mengatasi mata kering.

Kesimpulan

Kalau ingat obat tetes mata, pasti merek yang langsung tercatut pada memori adalah “Insto”. Sama seperti saat kita menyebut air mineral dengan sebutan “Aqua”, atau saat menyebut pembalut dengan sebutan “Softex”. Artinya, sejak dulu, Insto memang sudah menjadi bagian yang terintegrasi menjaga kesehatan mata anak negeri. So, jangan ragu memilih Insto sebagai partner kesehatan mata kamu dan keluarga.

Saya harap tulisan ini bisa menjadi referensi bermanfaat untuk teman-teman yang sedang berjuang mencari solusi mata kering terbaik. Khususnya, di era digital di mana mata kita harus bekerja ekstra demi beradaptasi hadapi perkembangan teknologi.

Scroll to Top